Membaca Kehidupan : Membaca Semesta Dengan Segala Isinya

Membaca Kehidupan : Membaca Semesta Dengan Segala Isinya

Barangkali tiada salahnya ketika menilik sejarah kenabian Rasulullah saw saat menerima wahyu pertama kitab suci Alquran, yakni surat al-Alaq.

Di balik wahyu surat tersebut, ada makna khusus bagi baginda Nabi Muhammad saw dan umat beliau pada umumnya, yakni perintah ‘membaca’. Membaca atas nama Tuhan, yakni membaca atas semua yang diciptakan-Nya di alam semesta ini.

Mengapa Tuhan memerintahkan membaca? Ada makna khusus di sini, bahwa manusia dengan segala keterbatasannya tak akan mampu membuka cakrawala ciptaan-Nya tanpa membaca. Membaca apapun yang menjadi tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Selain itu, di balik kesempurnaan ciptaan-Nya, manusia adalah makhluk yang paling memiliki alam pikir dan rasa yang luar biasa.

Alam pikir dan rasa inilah yang sepantasnya manusia menjadi makhluk yang jauh berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya. Sudah sepantasnya pula, manusia menjadi pribadi yang unggul dari makhluk Tuhan lainnya. Semua itu, bisa dilihat dari bagaimana manusia selalu berkembang dalam semua sisi kehidupan.

Sebagai kalifah di muka bumi yang selalu menjadi yang terdepan, maka manusia butuh wawasan untuk membuka cakrawala alam pikir dan rasanya. Salah satu pembuka cakrawala tersebut adalah dengan membaca. Sebab tanpa membaca, manusia akan menjadi lemah dalam berpikir dan berkreasi.

Sebagaimana yang disampaikan Prof. Dr. Joko Saryono, sebagai penasehat Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bahwa hanya dengan memilih, memilah, dan memahami serta menerapkan konsep dari hasil bacaan. Manusia akan menjadi pribadi yang kuat dalam berpikir, berekspresi, dan berkreasi.

Selain itu, disampikan juga Dr. Pratiwi M.Si. (Koordinator Gerakan Literasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur) menyampaikan bahwa perlu ada perubahan _mindset_ di kalangan publik untuk menjadi kebiasaan membaca menjadi hal yang ‘keren’ selain bermaim _smart phone.

Dalam rangka Hari Aksara Nasional 2017 ini, SMA Negeri 1 Bojonegoro ikut berperan akan dalam kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS di SMA Negeri 1 Bojonegoro ini pada awalnya adalah program dari Kemendikbud. Sejalan dengan hal tersebut, SMA Negeri 1 Bojonegoro ditunjuk sebagai salah satu Sekolah Rujukan oleh Kemendikbud untuk menjalankan program Gerakan Literasi Sekolah. “Jadi SMA Negeri 1 Bojonegoro sudah menjalankan amanat pemerintah melalui Kemendikbud untuk menyukseskan program Gerakan Literasi Sekolah,” kata Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro, Dra. Sri Setyowati, M.Pd.

“Untuk menjalankan amanat pemerintah ini, sebagai SMA Rujukan – SMA Negeri 1 Bojonegoro mengagendakan dengan berbagai program yang sejalan dengan GLS, diantaranya Lomba Menulis Cerpen, Lomba Baca Puisi, Lomba Menulis Resensi Buku, dan Lomba Perpustakaan Kelas,” imbuh Bu Wati, panggilan akrab kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro.

“Semua lomba yang dilaksanakan dalam rangka GLS ini dalam rangka mewujudkan iklim literasi pada semua warga SMA Negeri 1 Bojonegoro. Bahwa dengan membaca kita buka cakrawala berpikir positif untuk menumbuhkembangkan kesadaran berkreasi dan berestetika,” ungkap Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Bojonegoro, Dra. Endang Sriwigati, M.Pd. (Abdul Jalil, M.Pd. – Koordinator GLS SMA Negeri 1 Bojonegoro)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.